TUGAS

DASAR DASAR ILMU BUDAYA

Makalah:

Sistem Organisasi Sosial Dan Dinamika Kebudayaan Dalam Masyarakat

Zidna Amalina Mufidah

11/318373/SA/15909

JURUSAN SASTRA ASIA BARAT

FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA

2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Sistem Organisasi Sosial dan Dinamika Kebudayaan dalam Masyarakat”.


Makalah ini berisikan tentang informasi mengenai Sistem Organisasi Sosial dan Dinamika Kebudayaan dalam Masyarakat. Semoga dengan makalah ini, dapat menambah wawasan pembaca sedikitnya mengenai kebudayaan yang ada di Indonesia.


Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Yogyakarta, 6 November 2011

Penulis

Bab 1

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang

    Dalam mengarungi samudra kehidupan, setiap manusia pasti mengalami perubahan.Perubahan-perubahan itu berupa perubahan yang sifatnya menarik dan tidak menarik. Ada pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahan-perubahan yang proses(jangka waktunya)lambat, akan tetapi ada juga yang berjalan dengan cepat. Perubahan-Perubahan tersebut hanya dapat ditemukan oleh seseorang yang mampu menelaah dan membandingkan tentang suatu budaya saat ini dengan suatu budaya pada waktu lampau.

    Maka dari itu, perlu ditemukan sebuah sistem organisasi sosial kemasyarakatan yang menyangkut dinamika kebudayaan yang terjadi dalam masyarakat.

  • Tujuan

    Untuk meneliti,menelaah, serta menemukan Pola,Proses,serta sistem organisasi sosial kemasyarakatan yang menyangkut dinamika kebudayaan dalam kehidupan masyarakat di Indonesia.

  • Rumusan Masalah

Perubahan-perubahan pada masyarakat bermacam-macam. Diantaranya mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola prilaku organisasi, susunan kelembagaan masyarakat, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial dan sebagainya. Karena luasnya bidang dimana mungkin terjadi perubahan-perubahan tersebut, maka bilamana seseorang hendak membuat penelitian perlu terlebih dahulu ditentukan secara tegas, perubahan apa yang dimaksudkannya. Dasar penelitiannya mungkin tak akan jelas, apabila hal tersebut tidak dikemukakan terlebih dahulu.

Disini, kami telah menentukan suatu bidang dimana Perubahan-perubahan itu terjadi pada masyarakat Indonesia saat ini.Perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat dewasa ini merupakan gejala yang normal. Pengaruhnya bisa menjalar dengan cepat kebagian-bagian dunia lain berkat adanya komunikasi modern. Penemuan-penemuan baru di bidang teknologi yang terjadi di suatu tempat, dengan cepat dapat diketahui oleh masyarakat lain yang berada jauh dari tempat tersebut. Sedangkan teknologi komunikasi merupakan suatu pilar utama yang sangat mempengaruhi Proses dan Interaksi Sosial dalam masyarakat yang tentunya akan menimbulkan

sebuah dinamika kebudayaan..


Perubahan dalam masyarakat memang telah ada sejak dahulu. Namun dewasa ini perubahan- perubahan tersebut berjalan dengan sangat cepatnya, sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya. Perubahan-perubahan mana seiring berjalan secara konstan. Ia tersebut memang tidak terikat oleh waktu dan tempat. Akan tetapi karena sifatnya yang berantai, maka perubahan terlihat berlangsung terus, walau diselingi keadaan di mana masyarakat mengadakan reorganisasi unsur-unsur struktur masyarakat yang terkena perubahan itu.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian dan Teori-teori dalam Perubahan Sosial dan Dinamika Kebudayaan.

Perubahan sosial dan dinamika kebudayaan adalah bentuk perubahan yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat yang menyangkut perubahan tentang norma sosial, interaksi sosial, pola prilaku, organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan, lapisan masyarakat, susunan kekuasaan, dan wewenang.


Menurut teori siklus, perubahan sosial dan dinamika kebudayaan merupakan sesuatu yang tidak dapat direncanakan atau diarahkan ke suatu titik tertentu. Akan tetapi, berputar menurut pola melingkar. Dengan demikian, perubahan sosial dan kebudayaan merupakan bentuk perubahan yang selalu berulang, apa yang terjadi sekarang memiliki kemiripan dengan yang terjadi dimasa lampau. jadi menurut teori siklus tidak ada proses perubahan masyarakat secara bertahap sehingga batas-batas antara pola hidup primitive, tradisional, dan modern tidak jelas.


Menurut teori linier, perubahan sosial dan kebudayaan adalah suatu perkembangan yang menyatakan bahwa perubahan sosial dan kebudayaan bersifat linier atau berkembang menuju ke suatu titik tujuan tertentu. Dan perubahan sosial dan kebudayaan dapat direncanakan atau diarahkan ke suatu titik tujuan tertentu.

  • Teori linier dibedakan menjadi 2 bagian:
    a. Teori Revolusi

Perubahan sosial dak kebudayaan yang berlangsung secara drastis. Menurut Marx, masyarakat berkembang secara linier, dan bersifat revolusioner. Masyarakat semula bercorak feodal lalu berubah secara revolusioner menjadi masyarakat kemudian berubah menjadi masyarakat kapitalis sosial-komunis yang merupakan puncak perkembangan masyarakat.

b. Teori Evolusi

Perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung dengan lambat dalam jangka waktu lama. Perubahan sosial dan kebudayaan dari masyarakat primitive, tradisional, dan bersahaja menuju ke bentuk masyarakat modern yang kompleks dan maju berlangsung secara bertahap.

Menurut Selo Soemardjan, Perubahan sosial dan kebudayaan adalah segala perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap dan pola prilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Tekanan pada definisi tersebut terletak pada lembaga-lembaga kemasyarakatan sebagai himpunan pokok manusia, perubahan-perubahan mana kemudian mempengaruhi segi-segi struktur masyarakat lainnya.


Menurut pendapat para sosiolog yang lain bahwa Perubahan sosial dan kebudayaan terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat seperti misalnya perubahan dalam unsur-unsur geografis, biologis, ekonomis, atau kebudayaan.

Kemudian ada pula yang berpendapat bahwa perubahan-perubahan sosial bersifat periodik dan non-periodik.

Pada Dasarnya, pendapat-pendapat tersebut pada umumnya menyatakan bahwa perubahan merupakan lingkaran kejadian-kejadian.

Pitirim A.Sorokin berpendapat bahwa bahwa segenap usaha untuk mengemukakan bahwa ada suatu kecenderungan tertentu dan tetap dalam perubahan-perubahan sosial tidak akan berhasil baik. Dia meragukan kebenaran akan adanya lingkaran-lingkaran perubahan sosial dan kebudayaan tersebut. Akan tetapi perubahan-perubahan tetap ada, dan yang paling penting adalah bahwa lingkaran terjadinya gejala-gejala sosial harus dipelajari, karena dengan jalan tersebut barulah akan dapat diperoleh suatu generalisasi.

B. Hubungan Antara Perubahan Sosial dan Kebudayaan

Teori-teori mengenai perubahan-perubahan masyarakat seiring mempersoalkan perbedaan antara perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan. Perbedaan demikian tergantung dari adanya perbedaan pengertian tentang masyarakat dan kebudayaan. Apabila perbedaan pengertian tersebut dapat dinyatakan dengan tegas, maka dengan sendirinya perbedaan antara perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan dapat dijelaskan.Ada unsur-unsur kebudayaan yang dapat dipisahkan dari masyarakat, tetapi perubahan-perubahan dalam kebudayaan tidak perlu mempengaruhi sistem sosial. Seorang sosiolog akan lebih memperhatikan perubahan kebudayaan yang bertitik tolak dan timbul dari organisasi sosial, serta mempengaruhinya. Pendapat tersebut dapat dikembalikan pada pengertian sosiolog tersebut tentang masyarakat dan kebudayaan. Sebenarnya didalam kehidupan sehari-hari, sering kali tidak mudah untuk menentukan letak garis pemisah antara perubahan sosial dan kebudayaan. Karena tidak ada masyarakat yang tidak mempunyai kebudayaan dan sebaliknya tidak mungkin ada kebudayaan yang tidak terjelma dalam suatu masyarakat. Sehingga, walaupun secara toeretis dan analitis pemisahan antara pengertian-pengertian tersebut dapat dirumuskan, namun didalam kehidupan nyata, garis pemisah tersebut sukar dapat dipertahankan. Yang jelas, perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan mempunyai satu aspek yang sama yaitu kedua-duanya bersangkut-paut dengan sutu penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan dalam cara sutu masyarakat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Penjelasan ini lebih menegaskan lagi akan tetapi kesukaran kita meletakkan garis pemisah antara perubahan sosial dan kebudayaan. Lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti keluarga, perkawinan, hak milik, perguruan tinggi atau Negara tak akan mengalami perubahan apapun bila tidak didahului oleh perubahan fundamental didalam kebudayaan. Suatu perubahan sosial dalam bidang kehidupan tertentu tidak mungkin berhenti pada satu titik, karena perubahan di bidang lain akan segera mengikutinya. Ini disebabkan karena struktur lembaga-lembaga kemasyarakatan sifatnya jalin-berjalin.

C. Faktor-Faktor yang Menyebabkan Perubahan Sosial dan Kebudayaan

Untuk mempelajari perubahan masyarakat, perlu kita ketahui sebab-sebab yang melatarbelakangi terjadinya perubahan itu. Apabila diteliti lebih mendalam sebab terjadinya suatu perubahan masyarakat, mungkin karena adanya sesuatu yang dianggap sudah tidak lagi memuaskan. Mungkin saja karena ada faktor baru yang lebih memuaskan masyarakat sebagai pengganti faktor yang lama itu,. Mungkin sajamasyarakat mengadakan perubahan karena terpaksa demi untuk menyesuaikan suatu faktor dengan faktor-faktor lain yang sudah mengalami perubahan terlebih dahulu.
Pada umumnya dapat dikatakan bahwa sebab-sebab tersebut mungkin sumbernya ada yang terletak didalam masyarakat itu sendiri dan ada yang letaknya diluar. Sebab-sebab yang bersumber dalam masyarakat itu sediri, antara lain adalah:

  1. Bertambah atau Berkurangnya Penduduk

    Pertambahan penduduk yang sangat cepat di pulau jawa menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat, terutama lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Berkurangnya penduduk mungkin disebabkan berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau ke daerah-daerah lain (misalnya Transmigrasi). Perpindahan penduduk mengakibatkan kekosongan, misalnya, dalam bidang pembagian kerja dan stratifikasi sosial, yang mempengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan. Perpindahan penduduk telah berlangsung beratus-ratus ribu tahun lamanya didunia ini. Hal itu sejajar dengan bertambah banyaknya manusia penduduk bumi ini. Pada masyarakat-masyarakat yang mata pencaharian utamanya berburu, perpindahan sering kali dilakukan, hal mana tergantung dari persediaan hewan-hewan buruannya. Apabila hewan-hewan tersebut habis, maka mereka akan berpindah ketempat-tempat lainnya.

  2. Penemuan-Penemuan Baru

    Suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar, tetapi yang Proses tersebut meliputi suatu penemuan baru, jalannya unsur kebudayaan baru yang tersebar ke lain-lain bagian masyarakat, dan cara-cara unsur kebudayaan baru tadi diterima, dipelajari dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan. Penemuan-penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan dalam pengertian-pengertian Discovery dan Invention. Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alat, ataupun yang berupa gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan para individu. Discovery baru menjadi Invention kala masyarakat sudah mengakui, menerima serta menerapkan penemuan baru itu, dan seringkali proses dari Discovery sampai ke Invention membutuhkan suatu rangkaian pencipta-pencipta.

  3. Pertentangan (konflik) Masyarakat

    Pertentangan menjadi sebab terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan. Pertentangan-pertentangan terjadi antara individu dengan kelompok atau perantara kelompok dengan kelompok. Pertentangan kelompok mungkin terjadi antara generasi tua dengan generasi muda. Pertentangan-pertentangan demikian itu kerap kali terjadi, apalagi pada masyarakat yang sedang berkembang dari tahap tradisional ke tahap modern. Generasi muda yang belum terbentuk kepribadiannya, lebih mudah menerima unsur-unsur kebudayaan asing (misalnya kebudayaan barat) yang dalam beberapa hal mempunyai taraf yang lebih tinggi. Keadaan demikian menimbulkan perubahan-perubahan tertentu dalam masyarakat, misalnya pergaulan yang lebih bebas antara pria dan wanita, atau kedudukan mereka yang kian sederajat di dalam masyarakat dan lain-lainnya.

  4. Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi

    Revolusi yang meletus pada Oktober 1917 di Rusia telah menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar Negara Rusia yang mula-mula mempunyai bentuk kerajaan absolute berubah menjadi diktator proletariat yang dilandasan pada doktrin Marxis. Segenap lembaga kemasyarakatan, mulai dari bentuk Negara sampai keluarga batih mengalami perubahan-perubahan yang mendasar.

D. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Dinamika Kebudayaan

  • Kontak dengan kebudayaan lain
  • Sistem Pendidikan Formal yang maju
  • Sikap menghargai hasil karya orang lain
  • Keinginan/dorongan/motivasi untuk maju
  • Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (devetion)
  • Sistem Terbuka Lapisan Masyarakat (Open Stratification)
  • Penduduk yang heterogen
  • Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu
  • Orientasi ke masa depan
  • Nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya

E. Faktor-Faktor yang menghambat Dinamika Kebudayaan

  • Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
  • Perkembangan ilmu pengetahuna yang terlambat
  • Sikap masyarakat yang sangat tradisional
  • Adanya kepentingan-kepentingan kuat yang telah tertanam (vested interested)
  • Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan
  • Prasangka tehadap hal-hal yang baru
  • Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis
  • Adat/kebiasaan
  • Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak dapat diperbaiki

Bab III

KESIMPULAN

Perubahan sosial dan kebudayaan adalah bentuk perubahan yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat yang menyangkut perubahan tentang norma sosial, nilai sosial, interaksi sosial, pola prilaku, organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan, lapisan masyarakat, susunan kekuasaan, dan wewenang.
Teori perubahan sosial dan kebudayaan dapat dibagi 2 bagian:

  • Teori Siklus

    Menurut teori siklus Perubahan sosial dan kebudayaan adalah sesuatu yang tidak dapat direncanakan atau diarahkan ke suatu titik tertentu. Akan tetapi, berputar menurut pola melingkar.

  • Teori Linier

    Menurut teori linier perubahan sosial dan kebudayaan bersifat linier atau berkembang menuju ke suatu titik tujuan tertentu.

  • Teori revolusi

    Perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara drastis

  • Teori evolusi

    Perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung sangat lambat dalam jangka waktu yang lama.

Faktor-faktor yang menyebabkan Dinamika Kebudayaan
a. Bertambah atau berkurangnya penduduk
b. Penemuan-penemuan baru
c. Pertentangan (conflict) masyarakat
d. Terjadinya pemberontakan atau revolusi

Suatu perubahan sosial dan kebudayaan dapat pula bersumber pada sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat itu sendiri. Antara lain:
1. Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada disekitar manusia
2. Peperangan
3. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat lain

DAFTAR PUSTAKA

  • www.anak ciremai.com
  • Soerjono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Grafindo Persada, 1990
  • Heri, Jauhari, Penulisan Karya Ilmiah. CV. Pustaka Setia. Bandung
  • Abdullah, Drs. Aspirasi Sosiologi. CV Pustaka Manggala. Surakarta.
  • Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. PT RINEKA CIPTA, JAKARTA